Bekali Siswa Waspadai Radikalisme

Posted by Webmaster Sekolah Inovasi

            Radikalisme adalah paham yang menginginkan adanya perubahan perubahan mendasar namun dilakukan dengan cara kekerasan. Paham ini tidak selaras dengan ideologi bangsa kita.  Ancaman, intimidasi, teror yang dilakukan kelompok radikal belakangan ini membuat masyarakat resah. Mereka khawatir melakukan aktivitas ke luar rumah karena terus dibayangi ketakutan. Oleh karena itu perlu ada upaya deradikalisasi agar paham tersebut tidak tumbuh dan berkembang di negeri ini.

            Peserta didik yang secara psikologis masih labil menjadi incaran kelompok radikal. Mereka berusaha menyusupkan pahamnya ke dalam sekolah. Guna mengantisipasi jajaran Polres Gresik memberikan pemahaman dan menyosialisasikan perihal deradikalisasi kepada 374 peserta MPLS SMAN 1 Gresik di Aula Sunan Giri, Kamis (19/7)

            Kasat Pembinaan Masyarakat  Polres Gresik H.M Zunaidi mengatakan, pihaknya perlu menyampaikan hal ini agar peserta didik memiliki pemahaman dan sikap yang sama terhadap radikalisasi. Mantan Kapolsek Wringinanom itu meminta peserta didik waspada terhadap orang-orang yang tidak dikenal. “Jangan gampang percaya terhadap orang-orang yang belum Anda kenal. Jangan gampang menerima ajakan orang yang belum Anda kenal. Kalau ada informasi baru jangan langsung dipercaya. Dicek kebenarannya terlebih dahulu. Kalau belum paham, tanyakan pada guru dan orang tua. Sebab zaman sekarang banyak beredar itu kabar hoax,” pesannya

            Kepala SMAN 1 Gresik melalui Waka Kesiswaan Sunardi sepakat dengan Polres Gresik. Guru matematika yang baru seminggu menduduki jabatan waka itu mengaku siap mendukung jajaran Polres Gresik. “ Fanatik boleh, tapi fanatik yang berlebihan itu yang tidak boleh. Beda partai boleh. Beda pilihan no problem. Tidak masalah. Pun juga beda tim favorit. Mau njago Inggris, tidak apa apa. Mendukung Kroasia, sah sah saja. Mau dukung Persebaya boleh, Persib, juga tidak dilarang. Boleh boleh saja. Akan tetapi dalam hal melawan bahaya laten ekstrim kiri (Eki) dan ekstrim kanan (Eka) kita harus tetap satu. Pun juga dalam memerangi korupsi, narkoba, hoax, dan segala bentuk radikalisme, kita harus tetap satu. Satu kata. Satu sikap. Satu tindakan. Satu nyali. Wani,” paparnya (ono)

 

           

Di baca :2