Tanamkan Budi Pekerti Sejak Awal Masuk

Posted by Webmaster Sekolah Hiburan

           Tertib, disiplin, budi pekerti luhur, dan fokus telah menjadi budaya di SMAN 1 Gresik. Budaya tersebut dibentuk melalui gerakan akhllaqul karimah, uswatun hasanah, dan infaq-shadaqoh. Hal tersebut disampaikan Suswanto saat bertindak sebagai pembina apel pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di lapangan upacara kemarin, Senin (16/7). “Semua peserta didik wajib mebiasakan diri Senyum, Sapa, Salam, Salaman, Sopan, Santun (6S). Guru wajib memberikan teladan yang baik. Infaq dilakukan setiap hari. Siswa Rp.500, Guru dan karyawan Rp. 1.000 dan Kepala Sekolah Rp. 5.000,” jelasnya di hadapan 374 walimurid yang sedang mengantarkan putra-putrinya saat hari pertama masuk sekolah.

            Menurut rencana MPLS diselenggarakan selama 5 hari Senin – Jumat (16-20/7). Kegiatan ini harus menyenangkan. Membantu peserta didik mengenali lingkungan baru tempat mereka belajar. Semua kegiatan di bawah kendali guru. Tidak ada siswa senior yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi tindakan perpeloncoan seperti yang pernah kerap terjadi tatkala MPLS masih bernama MOS. Ketua Panitia Moh. Dlofir mewanti-wanti agar guru pamong mendampingi setiap sesi kegiatan. “Kami mohon bapak/Ibu yang menjadi guru pamong,” katanya

            Peserta MPLS dibagi menjadi 11 kelompok. Nama-nama kelompok mengadopsi nama-nama pahlawan Nasional. “Hal ini dimaksudkan untuk menumbuhkan karakter nasionalisme. Setiap kelompok didampingi dua orang guru pamong,” terang Selvi Sari Sukma

            Perempuan berkaca mata itu menuturkkan, suasana haru mewarnai hari pertama MPLS. Peserta didik hadir di sekolah diantar orang tuanya. Bahkan mereka mengikuti mengikuti apel pembukaan MPLS hingga selesai Suyatno, misalnya. Mengantarkan putrinya Lailatul Husna Arifiani dari perumahan Gresik Kota Baru (GKB) ke Sekolah di jalan Arif Rahman Hakim No. 1 Gresik. Usai apel mereka diminta mencari anaknya masing-masing. “Mereka secara simbolis menyerahkan anaknya kepada sekolah. Peluk cium bahkan tangis haru terlihat sebelum orang tua meninggalkan sekolah,” jelas Selvi (ono)

           

Di baca :2