Dapat Kabar dari Laut

Posted by Webmaster Sekolah Hiburan

            Aku memang tolol ketika itu,

            Mau pula membuat hubungan dengan kau

            Lupa kelasi tiba-tiba bisa sendiri di laut pilu

            Berujuk kembali dengan tujuan biru

            Di tubuhku ada luka sekarang

            Bertambah lebar juga, mengeluar darah

            Di bekas dulu kau cium nafsu dan garang

            Lagi aku pun sangat lemah serta menyerah

            ……………………………………………………

            …………………………………………………….

            …………………………………………………………….

            Puisi karya Chairil Anwar itu dibaca apik oleh anak-anak yang tergabung dalam grup musikalisasi puisi SMAN 1 Gresik. Iringan musik perkusi nan rancak membuat puisi karya seniman angkatan 1945 memiliki roh.  Apalagi Alfurqoni Febby, Selma Ayu Dhesearsa dan kawan-kawan tampil luar biasa. Benar-benar menjiwai pesan dalam puisi. Improvisasinya benar-benar membuat penonton bersorak memberikan apresiasi

Begitulah penampilan anak-anak Smansa dalam ajang lomba musikalisasi puisi yang digeber Fakultas Ilmu Bahasa Universitas Airlangga, Agustus lalu. Anak asuh Sri Budihandayani itu menyabet juara I dalam lomba yang diadakan salah satu PTN terkemuka di Indonesia setelah berhasil mengubur mimpi puluhan grup musikalisasi puisi yang turut ambil bagian.

            Sri Budihandayani mengungkapkan, kesuksesan ini tidak lepas dari kesungguhan dan ketekunan anak-anak dalam berlatih. Mereka rutin berlatih di bawah bimbingan seniman gaek asal kota pudak, Jalil. “Anak-anak dekat pelatihnya, sehingga mampu berimprovisasi menerjemahkan keinginan pelatihnya. Tentu ini diselaraskan dengan pesan puisi yang dibaca,” terangnya

            Pada lomba tersebut, kata Bu Ani, panggilan akrabnya, anak-anak membacakan pusis Kabar dari Laut, karya Chairil Anwar. Itu puisi wajib. Selain itu, mereka diberi kebebasan memilih salah satu puisi dengan syarat karya seniman kondang. Anak-anak pilih puisi “Dalam Doaku” karya Sapardi Djoko Damono.

             Keberhasilan ini tidak membuat mereka jumawa. Tapi justru menjadi nutrisi yang bisa membuat motivasi mereka berlipat. “Meski kami juara, kami masih merasa ada beberapa lubang kelemahan yang harus kami tutup. Sehingga pada even lomba berikutnya kami bisa tampil lebih maksimal,” kata Selma Ayu Dhesearsa

            Musikalisasi puisi merupakan salah satu kegiatan yang banyak diminati anak-anak Smansa. Sentuhan tangan dingin Jalil sebagai pelatih dan kedekatan Sri Budihandayani sebagai Pembina, membuat anak-anak bisa leluasa mengembangan talentanya. “Saya senang dengan ekstra ini. Saya akan belajar seni panggung lewat beliau-beliau (Jalil dan Sri Budi-red). Karena itu saya pingin Pak Dhe, panggilan Jalil tetap di Smansa. Tidak ke mana-mana (ono)

Di baca :2