Karya 32 Anak Smansagres Hasil kerja Sama dengan PT. Smelting dan Radar Gresik

Posted by Webmaster Sekolah Budaya

SMAN I Gresik akhirnya melaunching buku Dolanan Arek Gresik karya Komunitas Penulis Muda SMAN 1 Gresik (Kompensa). BUKU dolanan ini merupakan hasil tulisan dari 32 siswa SMAN I Gresik yang bekerjasama dengan PT Smelting dan Koran Harian Radar Gresik. Kurang lebih 67 Dolanan Arek Gresik terekam dalam karya tulisan mereka. Tulisan tersebut mereka rampungkan kurang lebih dalam waktu satu tahun.

Berbagai pihak tutur memberikan apresiasi terhadap buku ‘Dolanan Arek Gresik’ ini. Mulai dari Bupati Gresik, Wakil Bupati Gresik, PT Smelting, Ketua DPRD Gresik, masyarakat umum, pegiat literasi serta Radar Gresik.

Dalam launching buku Dolanan Arek Gresik ini, dimeriahkan dengan penampilan para siswa dari SMAN 1 Gresik yang memperagakan permainan tradisional. Selain itu, terdapat penampilan ekstra kulikuler SMAN 1 Gresik, mulai penampilan tari, band hingga paduan suara dan bedah buku dolanan arek Gresik. “Bangga memiliki siswa-siswi yang kreatif, imajinatif, produktif dan berwawasan literasi yang bagus,” tutur Kepala SMAN 1 Gresik Suswanto.

Ia menjelaskan, buku dolanna arek Gresik ini merupakan karya ke 3 siswa SMAN 1 Gresik. Dirinya merasa, buku tersebut lebih fenomenal. Sebab kontennya mengangkat dolanan yang hampir punah.

Ia berharap, dolanan arek Gresik ini tetap lestari dan menjadi alternatif ditengah permainan anak yang kebanyakan berbasi IT saat ini. “Saya sangat berterimakasih kepada pihak yang mendukung gerakan literasi sekolah di SMAN 1 Gresik, seperti PT SMELTING yang memberikan dukungan dana serta Radar Gresik yang membantu memberikan pelatihan dan monitoring kepada para penulis muda ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Launching Buku Dolanan Arek Gresik  Priyandono mengungkapkan, karya tulisan ini sangat luar biasa. Dari tulisan ini, diharapkan bisa mengisnpirasi siswa lain untuk membuat buku. “Ini karya yang sangat luar biasa, semoga bisa menginspirasi para siswa lainnya,” kata dia.

Buku yang berhasil ditulis para siswa ini, tidak lepas dari kerja keras guru yang memberikan bimbingan pada gerakal literasi. Terlebih, di SMAN 1 Gresik sendiri terdapat budaya membaca 15 menit sebelum pelajaran dimulai. “Jadi kita berusaha merubah buidaya oral atau budaya bercerita menjadi budaya tulis,” paparnya.

Terpisah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Gresik Puji Hastuti, sangat mengapresiais karya penulis muda dari SMAN 1 Gresik ini. Sebab, bisa meningkatkan minat baca hingga membentuk penulis muda yang baik.

SMAN 1 Gresik, dianggapnya menjadi sekolah pertama di Gresik yang meluncurkan buku dari tulisan para siswanya. Ia beranggapan, kemungkinan sekolah lain memiliki tulisan namun belum diluncurkan. “Saya berharap, gerakan literasi ini bisa dicontoh dan mengisnpirasi setiap sekolah di Gresikl khususnya,” ungkap dia.

Hal senada disampaikan Wakil Bupati Gresik Moch. Qosim. Ia menuturkan, hasil karya dan kegiatan ini merupakan hal yang luar biasa. Menurutnya, menulis merupakan kegiatan yang paling berat dilakukan dibanding membaca, mendengar, maupun berbicara. Tak semua orang pandai bisa menulis, dan tidak semua orator bisa menulis. “Kalau SMAN 1 Gresik memiliki kelompok penulis muda, maka hal ini menjadi prestasi yang perlu dibanggakan,” ungkapnya.

Ia berharapa, kelompok penulis seperti di SMAN 1 Gresik ini harus dikembangkan ke sekolah-sekolah lain. Agar bisa, perlu dilatih, dilatih dan dilatih, jadi perlu banyak pelatihan. “Sekolah dan Pemerintah atau Dinas Pendidikan harus memberikan apresiasi dalam bentuk lomba dan sekaligus memberikan reward kepada anak-anak tersebut,” imbuhnya. (est/rof. Radar Gresik )

Di baca :2