Teater Cepak Smansagres Terus Berkibar. Delima Separo Berbuah di Lamongan

Posted by Webmaster Sekolah Hiburan

Kedua bola mata Faizah seolah seperti sumber mata air. Dari situ air matanya terus mengalir membasahi seluruh raut mukanya. Sambil melambaikan tangan ke arah pesawat yang mengangkut suaminya, Sulaiman, lepas landas meninggalkan bandara, sesekali ia menyeka air matanya dengan sapu tangan. Namun tak lama berselang, wajahnya kembali basah kuyup oleh air mata. Ia seolah tak percaya.  Sulaiman, lelaki yang menikahinya beberapa tahun  lalu harus pergi merantau ke negeri orang.

Perempuan berwajah klasik itu harus menerima kenyataan pahit. Semenjak Sulaiman kena PHK, utangnya menumpuk. Namun, baginya utang tetap utang. Harus dibayar, agar tidak menjadi slilit di akhirat kelak. Karenanya, Sulaiman memutuskan untuk meninggalkan tanah air, menuju ke Arab Saudi  menjadi TKI.

“Kau yang sabar, ya istriku. Kita jadikan cobaan ini sebuah pelajaran. Sebab dari situ kita belajar sabar. Sabar adalah kemenangan terbesar. Jangan sekali-kali kau putus asa ya, sebab putus asa adalah sebuah kekalahan terbesar,” begitu pesan Sulaiman pada istrinya sebelum berangkat

Sepeninggal suaminya, hati Faizah, laksana delima separo. Separo di tanah air dan separonya lagi di rantau. Meskipun bahtera cinta yang tengah mejelajahi samudera kehidupan rumah tangga itu dihantam badai ekonomi, tetapi, biduk cinta itu tak sampai oleng. Sebab  dinding-dindingnya dibangun di atas papan-papan yang syarat dengan cinta yang tulus dan murni. Bagi Faizah, cinta adalah pengabdian.

Tak terasa hampir dua tahun Faizah hidup tanpa Sulaiman. Selama dalam penantian sudah barang tentu Faizah kesepian. Tawa dan canda bersama suaminya tak lagi terdengar. Di saat sepi itulah Faizah kerap mendapat godaan dari para “dhemit”. “Dhemit–dhemit” itu sengaja ditugaskan oleh “ratu dhemit”. Akan tetapi tak satu pun dhemit yang mampu menggoyahkan hati Faizah. Hati Faizah tetap untuk Sulaiman. Ia tak mau pindah ke lain hati. 

“Dhemit” menurut Cak Roin, Pembina Teater Cepak Smansagres yang juga penulis naskah adalah lelembut yang berwujud manusia. Itulah sepenggal kisah yang ditonilkan Teater Cepak SMAN 1 Gresik. Karya garapan seniman gaek Cak Roin ini sukses menyabet juara III festival teater antarpelajar yang digelar Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Unisda Lamongan.

Penampilan Anggun Arsyada B T tampil luar biasa memerankan Faizah, istri Sulaiman. Pun juga, Poppy Kayana PS (Ibu Faizah), Wanda Rifatul Afifah (Ratu Dhemit), Abdul Rasyid (Dhemit 1), Tarisa Dewi Hajar (Dhemit 2), Nisah Diyah Hafifah (Dhemit 3) Finimaktur Roudh (Dhemit 4), semua tampil perfect. Mereka mampu menghipnotis ratusan penonton yang memadati aula Unisda.  Riuh tepuk tangan terus menggema hingga nyaris merobohkan tiang-tiang penyangga aula.

Tak hanya Pengunjung dibuat berdecak kagum. Juri pun memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap anak asuh Cak Roin. “Teater Cepak dengan Delima separo cukup menyegarkan. Ada oase di tengah gurun teater pelajar. Salut para pemain imbang melepas bebas full wxpression. Bravo,” puji Rudolf Puspa dari Teater KeLiLing Jakarta.

Cak Roin mengaku bangga, anak asuhnya mampu bermain lepas dalam dua even terakhir ini “Sebelum tampil di Lamongan, anak-anak Cepak SMAN 1 Gresik sukses memenangi lomba Teater di Universitas Negeri Surabaya,” terang seniman yang pernah dekat dengan almarhum WS. Rendra (ono)

Di baca :2