Dapat Tambahan Dua Amunisi

Posted by Webmaster Sekolah Hiburan

          Untuk menambal kekukarangan guru, Kepala SMAN 1 Gresik terus berburu tenaga pendidik. Perburuan itu bahkan dilakukan hingga lintas provinsi. Kerja keras Pak Sus, sapaan akrabnya menuai hasil. Pada pertengahan semester tahun pelajaran 2017-2018 dia mendapat dua amunisi baru, Risa Utaminingsih dan Devit Ekawati. “Bu Risa kami proyeksikan mengajar matematika. Sementara, Bu Devit membantu Priyandono dan Moh. Nurul Chabib, mengampu mata pelajaran sejarah,” jelas Suswanto di ruang kerjanya (Rabu, 10/1)

            Mendapat tambahan dua kekuatan baru, Mantan Kepala SMAN Wringinanom itu mengaku lega. Alhamdulillah ! Sudah dapat guru baru. Semoga kehadiran dua guru tersebut dapat menutup kekuarangan guru selama ini. Sejak diberlakukannya kurikulum 2013, jam pelajaran sejarah ditambah. Ada Sejarah Indonesia dan ada sejarah (peminatan). “ Jadi totalnya ada 99 jam pelajaran. Sementara guru yang ada dua 2 orang, sehingga perlu nambah guru sejarah. Hal yang sama juga dialami mata pelajaran matematika,” sambungnya

            Di tempat terpisah, Risa, panggilan akrab guru baru matematika, mengungkapkan, saya ngurus mutasi ini sejak tahun 2015. Alhamdulillah, akhir tahun 2017 berhasil dan sekarang merapat ke Smansagres. Meskipun mengaku berat meninggalkan kampung halaman tempat ia lahir dan dibesarkan, perempuan jebolan Universitas Negeri Semarang (Unnes) itu ngotot ke Gresik karena mengikuti suaminya yang lebih dulu bekerja di Petrokimia Gresik.

            Risa Utaminingsih sebelumnya mengajar di SMKN Kriya Jepara. Ibu tiga anak ini lulus langsung diterima PNS.  Baginya mengajar di mana saja itu sama. Prinsip inilah yang membuatnya tidak merasa asing di tempat yang baru. Hal ini tergambar dari cara dia berkenalan di hadapan dewan guru. Mereka menyampaikan biografinya dengan lantang dan tegas.

            Hal senada disampaikan Devit. Perempuan berkaca mata itu juga harus hengkang dari kampungnya di Udanwawu, Blitar demi berbagi ilmu dengan anak-anak Smansa. Alumnus Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengaku senang bias bergabung dengan keluarga besar SMAN 1 Gresik. “Alhamdulillah, saya baru lulus kemudian diterima di sini. Terimakasih atas kepercayaannya. Saya akan berusaha keras menjawab kepercayaan ini,” terang singel berkulit terang.

            Devit Ekawati pernah merasakan atmosfer program SM-3T (Sarjana Mengajar di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal). Dalam program tersebut, perempuan bermata sayu itu ditugaskan mengajar di Sumba Timur Nusa Tenggara selama kurang lebih satu tahun. Mental dan fisiknya ditempa di daerah 3 T. Pengalaman inilah yang membuat ia tidak canggung beradaptasi di lingkungan barunya. “InsyaAllah saya akan segera menyesuaikan diri dan minta bimbingan Pak Habib. Pak Habib adalah kakak tingkat saya di Unesa,”pungkasnya (*/)

 

Naskah           : Ono

Foto                : Sun

 

Di baca :2