Perkuat Barisan Pelatih dan Pembina

Posted by Webmaster Sekolah Inovasi

       Menangani 34 ekstrakurikuler memang penanganan yang ekstra pula. Karena itu jajaran kesiswaan yang digawangi Moh. Alil Himmah memperkuat barisan Pembina dan pelatih. Mereka menghelat rapat koordinasi dengan menghadirkan seluruh Pembina dan pelatih di ruang multimedia (Jumat, 5/1).

            Alil berharap rapat tersebut bisa menjadi ajang diskusi dan komunikasi antara Pembina, pelatih dan urusan kesiswaan. Mereka dihimbau untuk menyampaikan hambatan-hambatan yang dihadapi. “Utamanya yang berkaitan dengan pemberian nilai. Sehingga ke depan tidak ada lagi yang terlambat setor nilai ke wali kelas.” Jelasnya

            Penanganan ekstrakurikuler ini semakin rumit setelah diberlakukannya lima hari sekolah. Konsekuensinya, kegiatan dilaksanakan pada hari Jumat setelah ekstrakurukuler wajib Pendidikan Kepramukaan. Waktu yang tersedia dengan jumlah ekstra tidak sebanding. Oleh karena itu, Alil memberikan toleransi. “Kami memberikan toleransi Sabtu dan Minggu. Selain hari itu harus berkoordinasi lagi,” katanya

            Alil mengaku kerap mendapat komplain dari wali murid. Sebab meskipun jadual sudah diatur dan ditoleransi masih saja ada yang latihan di luar hari yang ditoleransi, sehingga anak-anak sering pulang terlambat. “Anak saya masih di sekolah. Memang ada kegiatan apa Pak, kok sampai jam segini belum pulang,” katanya menirukan ucapan wali murid

            Di antara sejumlah ekstrakurikuler yang ada, ekstrakurikuler pendidikan kepramukaan merupakan yang paling berat. Sejak kurikulum 2013 dilaksanakan ekstra kepanduan ini menjadi ekstrakurikuler wajib. Dari sisi kuantitas, pesertanya paling banyak, sementara Pembina yang memiliki sertifikat Mahir Dasar Pramuka bisa dihitung jari.

            Selain wajib ikut ekstra pendidikan kepramukaan, siswa Smansagres, sebutan SMAN 1 Gresik berhak memilih 1 ekstra yang diminati. Boleh pindah setelah satu tahun, sebelum satu tahun tidak boleh pindah. Sementara untuk kelas XII kegiatan ekstrakurikuler berakhir di semester 6, sebab mereka fokus menatap ujian nasional.

            Pada kesempatan itu kepala SMAN 1 Gresik Suswanto berpesan agar ekstakurikuler menghasilkan produk. “Bu Sus, silakan anak-anak disuruh bikin produk.  Itu saya sudah siapkan shooroom untuk memamerkan karya siswa. Bila perlu bermitra dengan pihak ketiga saya bantu memfasilitasi,” pintanya pada Pembina ekstrakurikuler enterprteneur, Susmiati

            Tidak hanya kepada Susmiati, pria yang dijuluki Kasek “UMEK” itu juga minta agar Pembina ekstra keputrian Sri Wulandari untuk memproduksi makanan dan minuman khas Gresik. “Ayo Sen Shei –sapaan Sri Wulandari—anak anak diajari bikin minuman temulawak, dan sirup belimbing wuluh. Nanti saya siap membantu memasarkannya. InsyaAllah toko kuliner Bu Muzanah siap menampungnya,” pungkasnya (ono)

           

Di baca :2