Latih Kejujuran lewat Caraka Yudha

Posted by Webmaster Sekolah Inovasi

 

 

 

 

            Usai Penilaian Akhir Semester Gugus Depan 09067/09068 Pangkalan SMAN 1 Gresik menggelar kegiatan Perkemahan Sabtu-Minggu di lapangan sekolah (9-10/12/2017). Kegiatan ini merupakan implementasi kegiatan Blok Pendidikan Kepramukaan. Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum, Eny Suryantary menuturkan, sejak sekolah menggunakan Kuikulum 2013, pendidikan kepramukaan menjadi ekstrakurikuler wajib. “Ini amanat Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2014 Tentang Pendidikan Kepramukaan. Model pelaksanaannya meliputi Kegiatan Blok, Aktualisasi, dan Reguler,” tuturnya

            Eny, sapaan akrabnya, menambahkan, dua kegiatan, yakni blok dan aktualisasi menjadi ekstrakurikuler wajib. Sedangkan model reguler hanya untuk siswa yang memilih Gerakan Pramuka sebagai eksrtakurukuler. Jadi harus dibedakan antara pendidikan kepramukaan dengan gerakan pramuka, sambungnya

Kegiatan Blok merupakan pola kegiatan pendidikan kepramukaan yang digeber setahun sekali. Konten kegiatan disekaraskan dengan program unggulan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yakni Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Oleh karena itu pihaknya mengusung tema “Dengan kegiatan blok pendidikan kepramukaan, kita sukseskan Penguatan Pendidikan Karakter di SMAN 1 Gresik. “Untuk menyukseskan kegiatan ini, kami menggandeng Kodim 0817 Kabupaten Gresik,” imbuh perempuan yang pernah mengenyam Kursus mahir Dasar (KMD) di Bumi Panorama Kompleks Secapa TNI Bandung.

 

Caraka Yudha

            Sesuai dengan tema yang diusung, seksi acara kegiatan, Kak Shelvie Sarisukma bekerja sama dengan anggota TNI AD merancang kegiatan yang bisa menumbuhkan karakter kejujuran, yakni Caraka Yudha. Caraka Yudha secara etimologi berasal dari bahasa Jawa Kuno Caraka, artinya utusan dan Yudha bermakna perang. Istilah ini dipakai Batalyon Infanteri 516 atau kerap disebut Yonif Mekanis 516/Caraka Yudha. Batalyon ini berada di bawah komando Brigif 16/Wirayudha, Kodam V/Brawijaya. Sering juga disebut batalyon 516/Branjangan

            Pembina Pramuka yang menguasai Bahasa Asia Timur (Cina dan Jepang) itu mengatakan, kegiatan caraka yudha dimaksudkan agar para pandu memiliki integritas yang tinggi. “Adik adik dilatih menyimpan rahasia agar tidak bocor. Mereka didiminta untuk menyampaikan pesan kepada pihak yang seharusnya menerima. Sebab kecenderungan saat ini, lebih lebih yang berurusan dengan pesan, kerap ditambahi dan dikurangi. Dari sini lah kumudian muncul istilah pesan atau kabar hoax,” jelasnya

            Perempuan kelahiran Madiun juga menambahkan, hasilnya masih ada adik adik yang membocorkan pesan itu. Tapi kami yakin kalau kegiatan ini rutin dilaksanakan, niscaya ke depan akan lahir pribadi pribadi yang memiliki integritas tinggi, insane insane yang tidak kehilangan urat malunya. Sehingga ke depan tidak ada lagi berita berita korupsi, kabar kabar hoax seperti yang ramai di media saat ini. “Karakter kejujuran sangat tepat dijadikan salah satu indikator keberhasilan seseorang. Orang orang yang sukses dan berhasil dalam hidupnya saat ini adalah orang orang yang jujur. Tidak ada yang bisa dibanggakan sukses, tapi diraih dengan cara yang culas dan tidak jujur,” pungkasnya. (*ono)

           

Di baca :2