Alumnus Smansa, Dhea Kusumawardhani, Wisudawan Terbaik FH Unair Surabaya

Posted by Webmaster Sekolah Alumni

 

Dhea Kusumawardhani beranjak dari tempat duduk menuju ke podium. Senyumnya terus mengembang dalam setiap langkahnya. Jebolan SMAN 1 Gresik tahun 2014 itu ditasbihkan sebagi wisudawan terbaik jenjang S-1 Fakultas Hukum Universitas Airkangga Surabaya dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,74 belum lama berselang.

Skripsinya berjudul “Kepastian Hukum dan Kekuatan Eksekusi Putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (Analisis Putusan Mahkamah Agung Indonesia Nomor 3 K/KPPU/2002 tentang Irah-Irah”. Skripsi ini membahas kewenangan dalam menggunakan Irah-Irah ( Kalimat Kepala Putusan ) dalam putusannya

Di hadapan awak media, Dhea mengakatan, skripsi yang disusun ini dilatarbelakangi UU No. 5/1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat sudah masuk di Prolegnas 2017 serta RUU revisinya yang memberikan kewenangan lebih kepada KPPU. “Semoga skripsi saya bisa menjadi pertimbangan atas kewenangan lebih yang diberikan kepada KPPU dalam RUU tersebut,” harapnya

Perempuan kelahiran Gresik 22 tahun lalu itu mengungkapkan, jalan menuju tangga prestasi ini tidak ditaburi mawar yang indah, tapi penuh onak dan duri. Semua perlu perjuangan ekstrakeras. Membagi waktu belajar dan berorganisasi menjadi salah satu kunci suksesnya. “Saya kerap mengikuti bermacam macam kegiatan seperti Erasmus School of Law ( Erasmus University Rotterdam) dan Summer Course Program Faculty of Law, Unair Indonesia (Faculty of Lawa, Waikato University, New Zealand),” ungkapnya

Selain kuliah, mantan asisten editor junior Jurnal Yuridika Unair ini akti di berbagai unit kegiatan mahasiswa, terutama paduan suara. Paduan suara merupakan kegiatan yang paling dia sukai. “Waktu SD saya sudah menjadi juara 1 kompetisi Paduan Suara yang digelar Lembaga Pendidikan dan kebudayaan Gresik. Tradisi juara ini dilanjutkan kala di Smansa. Saya bersama tim paduan suara Smansa sukses menjadi runner up Lomba Paduan Suara Unair 2014,” kenangnya

Dhe, -- begitua ia disapa – menambahkan saat di Unair juga aktif dalam kegiatan Paduan Suara dan Persekutuan doa yuris Fakultas Hukum. Tidak hanya itu, ABG yang ingin memperdalam ilmu hukum di negeri kincir angin itu juga menguasai berbagai bahasa. “ Saya bisa bisa berbahasa Indonesia, Jawa, Inggris, Jepang, Korea, dan Belanda. Termasuk Basic Conversation Spanyol dan Perancis,” tambah perempuan polygot ini (*ono)

 

Di baca :2