Kemendikbud Apresiasi Buku Karya Siswa Smansagres

Posted by Webmaster Sekolah Inovasi

 

            Literasi yang di dalamnya terkandung aktivitas membaca dan menulis menjadi hal sangat penting.  Membaca dan menulis ibarat sekeping mata uang logam. Kedua sisinya sama sama pentingnya. Lewat membaca otak  akan terus bergerak dinamis dan terus mengasah kecerdasan kita. Dan dengan menulis, apa yang ada di dalam benak kita dapat kita ketahui orang lain serta berpotensi menjadi inspirasi bagi yang membacanya.

            Terkait dengan budaya literas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan apresiasi terhadap buku dolanan arek Gresik sebagai praktik terbaik gerakan literasi sekolah (GLS). Atas kerja keras tersebut pihak Kemendikbud melalui panitia peringatan puncak hari bahasa dan sastra memberikan kesempatan kepada pihak smansagres untuk menjadi narasumber pada acara tersebut di Jakarta  (27-29/10) lalu.

            Saat talk show di Jakarta kepala SMAN 1 Gresik Suswanto mengungkapkan kiat suksesnya membangun budaya lietrasi di sekolah yang dia kreasi. “ Saya bersama guru bahasa Indonesia membentuk komunitas penulis muda smansa (kompensa). Setelah itu kami menggandeng PT. Smelting dan sebuah media local Radar Gresik, menulis buku Dolanan Khas Gresik,” paparnya.

            PT. Smelting, lanjut Suswanto, merupakan sebuah Perusahaan Modal Asing (PMA). Melalui Corporate Social Responsibility (CSR) nya memberikan bantuan dana sebesar Rp. 120 Juta rupiah. Peserta didik SMAN 1 Gresik yang tergabung dalam Kompensa menjadi garda depan dalam proyek ini. Mereka melakukan investigasi dan wawancara dengan berbagai sumber untuk memperoleh data terkait dolanan khas Gresik. Hasil tulisan mereka kemudian diserahkan guru yang telah bekerja sama dengan pihak Radar Gresik untuk dilakukan editing..

Lebih lanjut, suswanto yang dikenal sebagai kepala sekolah yang suka “Umek” itu menjelaskan, membangun budaya literasi menjadi sebuah keniscayaan. Masyarakat  yang sudah terbiasa membaca dan menulis sebenarnya mereka telah melakukan tindakan yang sungguh luar biasa. Tanpa disadari tindakannya itu telah memberikan andil besar terhadap keberlangsungan peradaban bangsanya. Membiasakan membaca dan menulis berarti memupuk dan merawat sebuah peradaban.

“Wajah negeri ini ke depan  tergambar dari kualitas literasi anak-anak saat ini. Dengan menguasai budaya literasi, maka kita tak perlu khawatir meski mereka berada dalam kepungan budaya global maupun peradaban modern. Kebiasaan membaca dan menulis bisa dimulai dari lingkup yang paling kecil seperti keluarga, sekolah, hingga masyarakat,” tukasnya (ono)

 

 

           

 

 

Di baca :2