Menikmati Eksotisme Camusa

Posted by Administrator Perpustakaan

Kain warna itu dipeluk ditaruh di atas pangukannya. Lentik jari perempuan-perempuan berwajah klasik itu menari nari dia atas kain memainkan canting. Pipinya tampak mengembang kala mulutnya diarahkan pada lubang alat mungil itu. Sesekali terdengar suara bisikan perempuan menuang secang. Puluhan pasang mata memandang tajam deret deret kata dalam pustaka. Optimisme melahap sang surya di sepenggalah pagi. Optimisme dalam balutan budaya itu tersaji di perpustakaan SMAN 1 Gresik kala pagi Selasa (18/4). Sebuah realita yang membuat tiga srikandi kembar Sri Rahayu, Purwatingsih dan Triheri semakin betah menikmati eksotisme Cakrawala Ilmu Smansa (Camusa). Mereka – tim Juri Perpustakaan - sedang melakukan tugas visitiasi ke perpustakaan yang dikreasi oleh Sri Wulandari dan kawan kawan. Sebelum ke perpustakaan, terlebih dahulu rombongan yang diterima kepala SMAN 1 Gresik di Suswanto bersama dan ketua komite sekolah Arif Susanto di ruang kerjanya. Rombongan didampingi oleh sejumlah pejabat penting di lingungan dinas perpustakaan Kabupaten Gresik. “Peradaban sebuah bangsa berawal dari perpustakaan. Karena itu kami perlu saran dan kritik demi kemajuan perpustaan ini,” pinta Suswanto Tampaknya tim juri tidak sabar melihat geliat literasi sekolah. Mereka kemudian terpisah menuju ke lokasi yang disenangi didampingi para duta baca. Diantaranya sudut baca di ruang adiwiyata, ruang terbuka hijau dan Bawah Tangga Aula. “ Sudah bagus ini, aktivitasnya banyak sekali. Ada yang membatik, ada yang membuat minuman tradisional. Karya siswa juga cukup banyak dan bagus bagus,” tutur Sri Rahayu dari Ikatan Pustakawan. Hal senada disampaikan Purwatininsih. Ia mengaku melihat adanya perubahan yang cukup signifikan. “ Ini kunjungan saya kali kedua. Luar biasa. Banyak sekali perubahan. Tidak seperti waktu kali pertama datang ke sisi,” katanya. Memang sejak dikreasi Wulandari, perpustakan ini semakin hari semakin ciamik. Perempuan berambut pendek banyak meluangkan waktu, tenaga dan pikiran “menyulap” perpustakaan. “Mental harus disiapkan. Persiapan harus benar-benar matang terutama sarana dan sarana yang bagus dan administrasi sehingga perpustakaan itu memiliki kekuatan daya pembeda,” saran Triheri (ono)

Di baca :2