Alumni, Pilar Kekuatan Sekolah

Posted by Administrator Alumni

Alumni menjadi salah satu pilar kekuatan sekolah. Tenaga, pikiran dan semua potensi yang dimiliki berkontribusi besar terhadap kemajuan sekolah. Perkembangan SMA Negeri 1 Gresik menjadi sekolah unggul yang didambakan masyarakat, salah satunya juga berkat dukungan para lulusan sekolah yang kini berusia 52 tahun.

            Sekolah yang saat ini dikreasi oleh Suswanto itu sudah tak terhitung mendapat  sumbangan dari para alumni. Senin (3/4) sekolah yang dulu bernama SMA Kelorak itu menerima bantuan dari alumninya berupa kursi senilai Rp. 10 juta. Secara simbolik bantuan tersebut diserahkan Widyastuti –alumin 1992- kepada kepala SMAN 1 Gresik.

            Sebelumnya, Astutiek, alumni yang sekarang mengajar di Smansa itu menyampaikan. Bahwa angkatannya belum bisa memberikan sumbangsih apa-apa. Ini sangat tidak sebanding dengan kasih sayang bapak/ibu yang kami terima  “Semoga sumbangan dari kami ada guna dan manfaatnya,” kata Astutiek.

            Awalnya, jelas Tiek, sapaan akrabnya, mengadakan reuni di salah satu hotel di kawasan Panglima Sudirman, Gresik. Kemudian di tengah riuhnya pembicaraan muncul ide. Apa ya yang bisa kita berikan kepada sekolah tempat kami dulu menimba ilmu. Ada yang usul memberikan kursi. Kemudian usul itu disepakati. “Barangkali bisa dipakai untuk aula. Kami melihat di tempat tersebut kursinya masih kurang,” paparnya, dibenarkan Fauzi

            Sementara itu pihak sekolah tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya. Suswanto sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Widyastuti dan kawan-kawan. Pak Sus, begitu dia biasa disapa, berjanji akan melaksanakan amanah. “Terima kasih. InsyaAllah kami akan memanfaatkan kursi ini untuk aula. Memang benar, kursi untuk aula masih sangat terbatas jumlahnya,” tukasnya

            Acara seremonial pemberian sumbangan oleh alumni 1992 ini diakhiri dengan acara ramah tamah. Suasana apel berubah menjadi ajang kangen-kangenan. Mereka berbaur di lapangan upacara Tangis haru pun pecah di sana. Meski hanya sekejak rasa kangen itu terobati setelah 25 tahun berpisah dengan guru-gurunya (ono)

Di baca :2