Bangun Karakter lewat Lomba Kebersihan Kelas

Posted by Administrator Pendidikan

            Kelas XI MIPA 7 sukses menyabet juara umum lomba kebersihan kelas catur wulan kedua. Pada jenjang kelas XI mereka dan kawan-kawan meraih juara I. Dan pada semua jenjang, Anak-anak asuh Sayyidah ini mendapatkan nilai tertinggi, menyisihkan 32 kelas yang ada. Atas keberhasilannya itu  Moh. Albar Wildan Aziz dan kawan-kawan berhak atas hadiah berupa uang pembinaan sebesar Rp. 3,5 juta.

            Panitia menyiapkan hadiah Rp. 1 juta untuk juara 1, Rp. 750.000 juara II dan untuk juara tiga Rp. 500.000 untuk masing-masing jenjang. Jadi total hadiah Rp. 8.250.000. Pengumunan pemenang lomba dilakukan setelah tim juri yang terdiri dari H. Moh. Syafii, Moh. Dhofir, Moh. Alil Himma, Priyandono dan Eny Suryantari melakukan rapat Pleno Senin pagi sebelum apel dimulai (3/4).

Koordinator juri lomba kebersihan kelas H. Moh. Syafii mengatakan, kalau tidak ada kendala teknis, penilaian dilakukan  tiga kali setahun. Penilaian meliputi penilaian proses dan hasil. Penilaian proses dilakukan oleh kepala sekolah sendiri melalui inspeksi mendadak tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Penilaian hasil dilakukan dengan mengamati kondisi riil kelas dikonversikan dengan instrumen. Instrumen penilaian hasil ini ada beberapa aspek yang dinilai.

“InsyaAllah aka ada penilaian sekali lagi, yakni penilaian catur wulan ketiga. Oleh karena itu bagi kelas kelas yang nilai rendah supaya segera berbenah. Dan yang sudah mendapat nilai tinggi dipertahankan. Jangan malah mengendor semangatnya,” himbau Syafii

Lomba kebersihan kelas ini dilatarbelakangi adanya sebuah kenyataan yang menunjukkan terpinggirkannya karakter gotong royong di kalangan siswa. Sebaliknya, karakter indivualistis justru menyembul ke permukaan. Sikap antisosial menjadi sesuatu yang jamak terjadi, sementara sikap prososial justru menjadi pemandangan yang langka.

Peserta didik belum memiliki pemahaman yang benar bahwa kelas merupakan wujud dari sebuah sistem sosial yang harus dipelihara secara bersama-sama. Kesadaran bahu membahu untuk mewujudkan kelas sebagai tempat yang nyaman untuk belajar sangat rendah. Karena itu Lomba ini dirancang untuk membangun karakter. Utamanya karakter kerja sama dan gotong royong serta rasa memiliki (ono).

Di baca :2